Pemilihan walikota
tangerang 2013 kali ini menyajikan sesuatu yang sangat luar biasa. Tidak
berpartisipasinya Wahidin Halim sebagai seorang tokoh sentral kota tangerang
merupakan peluang emas bagi berbagai kalangan yang ingin berpartisipasi dalam
pemilu kota tangerang kali ini. Wahidin Halim yang dikenal sebagai seorang tokoh kota tangerang memang mempunyai
pengaruh sangat besar. Kiprahnya di dunia perpolitikan membuat dirinya sebagai
seorang tokoh panutan untuk masyarakat kota tangerang. Ketika kita melihat
kebelakang wajar hal itu terjadi karena ternyata Wahidin Halim merupakan adik
kandung dari Hasan Wirayuda salah satu tokoh tangerang yang mamapu berbicara ditataran
nasional kerena menjadi Mentri Luar negri pada 2001-2009 dan.
Kondisi pemilihan
walikota tangerang memang sudah mulai memanas saat awal pelaksaan, wajar saja
latar belakang WH tidak maju merupakan salah satu faktor utama. Bisa dibilang
pada tahun 2013 ini tangerang akan mendapatkan walikota baru yang belum pernah
memimpin tangerang sebelumnya, karena WH tidak dapat mencalonkan diri. Konflik
pun mulai memanas di awal gelaran perhelatan besar kota tangerang ini. Berawal
dari munculnya berbagai intrik politik yang sempat ramai di media beberapa
waktu lalu saat sekda kota tangerang yakni DR Hari Mulya Zein tidak dapat
melanjutkan perjuangannya menjadi calon walikota tangerang, lantaran permasalahan
administratif yakni, tidak mencukupinya partai pendukung pada saat itu. Hal tersebut terjadi karena
partai Gerinda yang secara nasional sebenarnya sudah menetapkan pilihan untuk
mengusung DR. Hari Muya Zein ternyata dalam waktu beberapa saat, ada pihak
Gerindra yang mengaklaim dirinya mendukung pasangan Arief Wismansyah. Tentunya
hal tersebut merubah konstelasi pemilukada Kota Tangerang lantaran keputusan
awal KPU sementara pada saat itu adalah tiga pasang calon yakni Miing-Suratno,
Syukur-hilmi, dan Arief-Sachrudin.
Ternyata konflik
tersebut tidak berhenti disana pasangan Ahmad Maju Kodri pun ternyata sempat
tidak dapat melanjutkan keinginannya untuk menjadi calon walikota tangerang.
Ketua PDAM Tangerang ini sempat mendapatkan permasalah administratif lantaran
jumlah partai yang mendukungnya tidak mencukupi. Berbagai konflik di awal
memang sudah cukup membuat pemilukada kota tangerang kian ramai terkait
pergerakkan keadaan politik yang terkadang memang sulit diprediksi. Setelah
beberapa waktu berjalan ternyata konflik barupun timbul ketika berbagai
klaimpun timbul terkait pencalonan walikota dengan membawa nama besar WH sebagai
tokoh sentral kota tangerang. Diawal tersiar kabar bahwa ternyata WH yang
notabennya kakak kandung dari pasangan Abdul Syukur tidak mendukung adiknya,
melainkan mendukung Arief Wismansyah yang mendampingi WH selam lima tahun
terakhir memimpin Kota Tangerang. Konflik tersebut cukup menyedot perhatian
masyarakat wajar mencatut nama WH di kota tangerang mampu mendongkrak suara,
karena WH merupakan tokoh Kota Tangerang.
Berita tersebut
ternyata tidak hanya sampai disana kabar dukungan dari Banten yang berpihak
kepada H. Abdul Syukur pun tersiar, hal tersebut sangat jelas terlihat ketika
H. Hikmat Tomet yang notabennya suami dari Hj Ratu Atut Chosiah Gubernur Banten hadir
dalam deklarasi H. Abdul Syukur (Golkar) -Hilmi Fuad (PKS). Dukungan penuh dari
partai Golkar membuat konflik yang lumayan memanas karena pada periode kedua
pencalonan WH partai Golkarlah yang mendukung WH untuk memuluskan langkahnya
menjadi walikota untuk kedua kalinya. Tersiar kabar konflik antara adik dan
kakak wajar, karena saat ini WH berada dipartai demokrat, hal tersebut terlihat
seolah terjadi konflik perang saudara. Klaim dari pasangan Arief Wismansyah
(Demokrat)- Sachrudin (camat pinang) sangat santer terdengar dengan sebuah
berita dimedia “WH elus Arief”. Ini
menjadi sebuah kabar yang cukup menarik diberbagai media karena ternyata WH
tidak mendukung H. Abdul Syukur yang notabennya adik kandungnya.
Seiring berjalannya
waktu ternyata timbul fakta yang secara jelas langsung disampaikan WH kepada
media dengan statemen yang cukup mengagetkan “lebih mending saya dukung anak emak sendiri di banding anak tetanga”
statemen ini cukup mengagetkan berbagai pihak. Ketika beberapa waktu lalu
terdengar kabar bahwa WH mendukung Arie tak lama kemudian terengar kabar bahwa
WH mendukung Abdul Syukur. Hal tersebut ternyata cukup mengagetkan beberapa
pihak termasuk wakil dari Arief Wismansyah yang spontan terkena penyakit stroke
lantaran mendengar kabar tersebut. Konstelasi politik kota tangerang 2013 ini
cukup sulit ditebak wajar saja ternyata Sachrudin pasangan Arief Wismansyah
juga masih lingkaran keluarga WH. Namun dengan statemen yang cukup jelas saat
ini WH mendukung Abdul Syukur sepenuhnya. Nama WH sangat berpengaruh
ditangerang maka itu semua statemen yang dikeluarkan oleh WH akan sangat
berpengaruh terhadap kondisi pilkada kota tangerang.
Kemudian beberapa
waktu terakhir sebuah kabar yang cukup mengagetkan ketika ternyata Arief
Wismansyah – Sachrudin tidak bisa mengikuti pilwalkot Kota Tangerang lantaran
permasalahan administratif. Hal tersebut membuat kaget berbagai kalangan
padahal keputusan sementara KPU Arief- Sachrudi di kabarkan bisa mengikuti
Pilwalkot Kota Tangerang. Sebaliknya dikubu Hari Mulya Zein ternyata malah bisa
mengikuti pilwakot. Alhasil keputusan sementara KPU beberapa saat sebelum
dimulainya kampanye terbuka calon walikota peserta pemilihan walikota Kota
Tangerang adalah HMZ - iskandar, Syukur - Hilmi, Miing - ratno. Arief yang
tadinya sudah berada diatas angin lantaran menurut berbagai survey yang
dilakukan Arief menempati urutan teratas ternyata tidak dapat mengikuti pilwalkot lantaran permasalah administratif.
Mengherankan memang namun, itulah politik yang terkadang sulit ditebak.
Sesaat sebelum
dilakukannya kampanye terbuka masing-masing calon akhirnya Arief- Sachrudin dan
Ahmad Maju Kodri- Gatot bisa menjadi calon walikota Kota Tangerang setelah
mendapatkan persetujuan dari DKPP Banten. Konflik ini yang ternyata menjadi
puncak konflik yang terjadi pada pilwalkot Kota Tangerang, lantaran tersiar
kabar kalau ternyata latar belakang dipersulitnya Arief- Sachrudin karena WH.
Hal tersebut ternyata mampu ditepis ketika pada akhirnya Arief berhasil menjadi
peserta pada Pilwalkot Kota Tangerang tahun ini, walaupun dengan korban dipecat
beberapa pimpinan KPU Kota Tangerang. Sampai saat ini konflik antara WH dan
Arief tampaknya tidak kian surut lantaran WH ternyata berpindah haluan
mendukung penuh Abdul Syukur, ditambah dengan mundurnya WH dari pencalonan
DPRRI partai Demokrat. Artinya sudah bisa di pastikan yang akan terjadi
pertempuran sengit antara kubu Arief-Sachrudin dan Syukur- Hilmi menjadi hal
yang tidak bisa terelakkan. Kita akan melihat bagaimana pilwalkot Kota
Tangerang akan berjalan kedepannya semoga Kota Tangerang akan mendapatkan
pemimpin yang mampu memimpin Kota Tangerang menjadi lebih baik.
Salam Cinta untuk Indonesia
Cinta Indonesia, Cinta Banten, Cinta Kota Tangerang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar