Selasa, 27 Agustus 2013

Ironi Kampanye Kota Tangerang


Dalam hitungan hari Kota Tangerang akan segera mengadakan pemilihan walikota baru tepatnya pada tanggal 31 agustus mendatang. Harapan besar datang masyarakat kota tangerang akan mempunyai pemimpin yang akan membawa Kota Tangerang menjadi lebih baik dan mampu memanfaatkan semua potensi yang ada di Kota Tangerang. Kota Tangerang yang memiliki banyak potensi sampai saat ini belum mampu dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini menjadi sebuah tugas besar pemimpin Kota Tangerang selanjutnya. Untuk itu semua keinginan untuk membangun Kota Tangerang seharusnya mampu dimulai dengan calon pemimpin yang melakukan kampanye dengan tujuan mencerdaskan masyarakat.

Kampanye pilkada Kota Tangerang tahun ini memang nampaknya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ketika Wahidin Halim tidak dapat mencalonkan diri kembali pada pilkada tahun ini. Sebenarnya ini adalah sebuah kesempaan emas bagi para calon pemimpin Kota Tangerang untuk dapat mengeksplorasi kemampuan dan strategi mereka dalam melakukan kampanye. Kreatifitas para calon seharusnya mampu diperlihatkan ketika masa kampanye, bukan hanya melakukan kampanye dengan cara-cara kuno yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Metode dan gaya para calon berkampanye akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan Kota Tangerang kedepan, karena dari cara mereka berkampanyelah tergambar sikap dan prilaku calon dalam memimpin. Hakikat kampanye bukan hanya menjadi ajang sosialisasi dan pemaparan visi misi melainkan sebagai ajang pencerdasan masyarakat dalam berdemokrasi dan melek politik.

Minggu, 25 Agustus 2013

Tangerang Punya Cerita


Pemilihan walikota tangerang 2013 kali ini menyajikan sesuatu yang sangat luar biasa. Tidak berpartisipasinya Wahidin Halim sebagai seorang tokoh sentral kota tangerang merupakan peluang emas bagi berbagai kalangan yang ingin berpartisipasi dalam pemilu kota tangerang kali ini. Wahidin Halim yang dikenal sebagai  seorang tokoh kota tangerang memang mempunyai pengaruh sangat besar. Kiprahnya di dunia perpolitikan membuat dirinya sebagai seorang tokoh panutan untuk masyarakat kota tangerang. Ketika kita melihat kebelakang wajar hal itu terjadi karena ternyata Wahidin Halim merupakan adik kandung dari Hasan Wirayuda salah satu tokoh tangerang yang mamapu berbicara ditataran nasional kerena menjadi Mentri Luar negri pada 2001-2009 dan.

Kondisi pemilihan walikota tangerang memang sudah mulai memanas saat awal pelaksaan, wajar saja latar belakang WH tidak maju merupakan salah satu faktor utama. Bisa dibilang pada tahun 2013 ini tangerang akan mendapatkan walikota baru yang belum pernah memimpin tangerang sebelumnya, karena WH tidak dapat mencalonkan diri. Konflik pun mulai memanas di awal gelaran perhelatan besar kota tangerang ini. Berawal dari munculnya berbagai intrik politik yang sempat ramai di media beberapa waktu lalu saat sekda kota tangerang yakni DR Hari Mulya Zein tidak dapat melanjutkan perjuangannya menjadi calon walikota tangerang, lantaran permasalahan administratif yakni, tidak mencukupinya partai pendukung  pada saat itu. Hal tersebut terjadi karena partai Gerinda yang secara nasional sebenarnya sudah menetapkan pilihan untuk mengusung DR. Hari Muya Zein ternyata dalam waktu beberapa saat, ada pihak Gerindra yang mengaklaim dirinya mendukung pasangan Arief Wismansyah. Tentunya hal tersebut merubah konstelasi pemilukada Kota Tangerang lantaran keputusan awal KPU sementara pada saat itu adalah tiga pasang calon yakni Miing-Suratno, Syukur-hilmi, dan Arief-Sachrudin.

Ternyata konflik tersebut tidak berhenti disana pasangan Ahmad Maju Kodri pun ternyata sempat tidak dapat melanjutkan keinginannya untuk menjadi calon walikota tangerang. Ketua PDAM Tangerang ini sempat mendapatkan permasalah administratif lantaran jumlah partai yang mendukungnya tidak mencukupi. Berbagai konflik di awal memang sudah cukup membuat pemilukada kota tangerang kian ramai terkait pergerakkan keadaan politik yang terkadang memang sulit diprediksi. Setelah beberapa waktu berjalan ternyata konflik barupun timbul ketika berbagai klaimpun timbul terkait pencalonan walikota dengan membawa nama besar WH sebagai tokoh sentral kota tangerang. Diawal tersiar kabar bahwa ternyata WH yang notabennya kakak kandung dari pasangan Abdul Syukur tidak mendukung adiknya, melainkan mendukung Arief Wismansyah yang mendampingi WH selam lima tahun terakhir memimpin Kota Tangerang. Konflik tersebut cukup menyedot perhatian masyarakat wajar mencatut nama WH di kota tangerang mampu mendongkrak suara, karena WH merupakan tokoh Kota Tangerang.

Selasa, 06 Agustus 2013

Dilema Panglima Pasukan Benteng


Kurang dari tiga bulan lagi tangerang akan segera mengelar perhelatan besar untuk mendapatkan pemimipin baru kota Tangerang. Tidak berpartisipasinya Bapak Kota Tangerang atau yang dikenal dengan Macan Tangerang H. Wahidin Halim karena secara prosedural sudah dua kali menempati jabatan sebagai walikota kota benteng tersebut. Dalam Pilwalkot kali ini muncul nama-nama baru yang hampir rata-rata mempunyai hubungan dengan "Sang Macan Tangerang". Namun, ternyata hal tersebut tetap memberikan warna baru bagi kota tangerang untuk memiliki pemimpin baru.

Jika kita melihat kebelakang pada pilwalkot 2008 jelas terlihat kekuatan kota tangerang masih didominasi kekuatan lama yakni H. Wahidin Halim, pasalnya kemenangan lebih dari 85 % menunjukkan bahwa ternyata pengaruh "sang Macan Kota Tangerang" masih sangat besar di mata rakyat kota tangerang, mengalahkan  Bonnie Mufidjar-Diedy Faried Wajdi (PKS) dan Ismet Sadeli Hasan-Mahfud Abdullah (independen).Namun, kendati demikian dari data yang tercantum pada KPU 2008 ternyata hampir 30 % di pastikan penduduk kota tangerang golput. Hal ini menunjukkan angka partisipasi pemilih belum mampu mencapai titik maksimal yang mana diprediksi sebelumnya hanya sebesar 20%.

Mencari Pendekar Cisadane


Pemilihan walikota tangerang tahun ini nampak sesuatu yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Nampak tokoh-tokoh baru kota tangerang kian bermunculan untuk memajukan kota tangerang. Dibandingkan tahun sebelumnya yang lebih banyak di dominasi oleh pemain-pemain lama dan membuat pemilihan walikota tangerang seolah hanya sekedar formalitas untuk mempertahankan rezim yang selama ini bertahan. Tidak berpartisinya Drs. H. Wahidin Halim M.Si pada pilwalkot 2013 ini membuat warna baru pada pemilihan walikota  kota tangerang, munculnya nama-nama yang pernah menjadi bagian pemerintahan dan keluarga Wahidin, mewarnai gegap gempita pilwalkot kota tangerang. Hal ini menjadi satu hal yang menarik untuk di bahas karena dari kasat mata kita mampu melihat bahwa semua peserta kampanye pilwalkot kali ini sama-sama mempunyai  kesempatan yang sama untuk menajadi Tangerang satu.